Aku bertanya kepada Jibril tentang ikhlas, ‘Apakah ikhlas itu?’ Lalu Jibril berkata: ‘Aku bertanya kepada Tuhan Yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah sebenarnya?’. Allah SWT menjawab: ‘Suatu rahasia dari rahasia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai
- HR. Al Qazwani dari Hudzaifah -
Arsip untuk ‘ilmu’ Kategori

Ikhlas
Desember 29, 2008
Tentang Mazhab
Desember 20, 2008Dalam suatu hadits, Baginda Rasul, sholawat dan salam tercurah kepadanya, bersabda :
Sesungguhnya malaikat Jibril turun menemui Adam, dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Allah SWT menyuruhku untuk menawarkan satu pilihan dari tiga pilihan yang ditawarkan-Nya yaitu akal, agama, dan rasa malu. Adam menjawab: Aku memilih akal. Maka rasa malu dan agama pun berkata : Kalau begitu, kami bersama kamu wahai Adam, sebab Allah telah menyuruh kami agar selalu bersama akal di manapun ia berada.
Jadi, begini, agama itu dilandaskan oleh akal. Sesuatu yang menentang akal, maka dia bukanlah agama. Agama yang seperti itu, aku menyebutnya sebagai agama dongeng. Orang yang tidak menggunakan akalnya, yang tidak berakal, maka dia tidak beragama, dan tidak mempunyai rasa malu. Orang yang seperti itu, kita mungkin menyebutnya sebagai orang gila.

Memetik pelajaran dari semanggi
Desember 10, 2007Masyarakat Jepang, dalam pandanganku, bisa dibilang merupakan kumpulan manusia-manusia yang unik. Dengan segala kemajuan teknologi yang mereka punya, mereka masih hidup dengan berpegang pada akar tradisi yang cukup kuat. Baik itu menyangkut seni, agama, upacara-upacara, hingga hal-hal takhayul. Termasuk yang akan kubahas berikut ini, yaitu jimat.
Sebenarnya tidak perlu jauh-jauh, di Indonesia pun banyak orang yang menghamba pada jimat-jimat, bahkan hingga rela memandikan dan memberi sesajen untuk jimat-jimat itu. Layaknya di Indonesia, masyarakat Jepang juga mengenal aneka ragam macam jimat. Ada jimat untuk kesuksesan melahirkan, jimat untuk ujian, jimat untuk kesuksesan karir, jimat untuk mendapat jodoh, dsb. Dari beragam macam jimat, orang Jepang juga mempercayai bahwa semanggi yang berdaun empat juga dapat membawa keberuntungan. Aku tidak begitu tahu apakah kepercayaan ini asli dari bangsa Jepang atau merupakan asimilasi dengan budaya lain, namun yang jelas aku sangat tertarik dengan semanggi daun empat itu.
Akhirnya aku memutuskan untuk mencarinya di halaman rumah. Bukan karena aku percaya bahwa semanggi berdaun empat adalah pembawa keberuntungan, namun terlebih karena seumur hidup aku belum pernah melihat ada semanggi yang berdaun empat. Semanggi yang sering kulihat selalu berdaun tiga helai, dan aku berpikir bahwa semanggi berhelai empat adalah omong kosong, seperti halnya naga atau garuda. Maka dimulailah pencarian itu, silakan saja mencibir bahwa aku kurang kerjaan, tetapi aku terlanjur tertarik dan hal itu ternyata cukup untuk membuatku melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Mengapa saudara sepersusuan haram dinikahi ?
September 21, 2007Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
- QS. An Nisaa’ : 23 -
Aku membaca ayat itu tadi siang. Dan lagi-lagi, benakku kembali terhanyut dalam buaian masa silam.
Saat masih bersekolah di SMP, aku mempunyai seorang teman yang dikaruniai Allah kecerdasan dan kecemerlangan pikiran. Dia kritis, jenaka, walaupun kadang suka berlebih-lebihan tetapi dia adalah teman setia.
Seusai membahas masalah muhrim di pelajaran agama Islam, dia memasang muka serius lalu menghampiriku saat jam istirahat.

Jangan hanya persepsi
September 13, 2007Ada tiga orang buta. Satu orang mengatakan bahwa gajah ternyata sangat panjang, seperti ular. Sedangkan orang buta yang lain berkata bahwa gajah itu bukan seperti ular tetapi seperti ikan pari, pipih dan lebar. Dan orang buta yang ketiga, tidak mau kalah, berkata bahwa gajah itu seperti tabung air, agak lebar dan bulat. Mana deskripsi yang benar?
Semuanya nyata-nyata hanya memberikan persepsi. Mereka tidak keliru, tetapi juga belum bisa dikatakan benar. Untuk mendeskripsikan gajah, tentu saja, haruslah secara menyeluruh, bukan hanya dari belalai, telinga, atau kakinya. Hal yang demikian bukanlah ilmu, itu hanya persepsi.
Ilmu, sekali lagi, bukanlah sekedar persepsi. Ilmu memang diawali dari persepsi, namun ilmu adalah keseluruhan fakta dan kebenaran.
Lantas, bagaimana dengan Islam-mu kawan?
Apakah dia sekedar persepsi ? Apakah Islam-mu sudah benar ? Atau sudahkah engkau mempelajarinya secara menyeluruh, memasukinya secara kaffah ?
Aku belum.
Masih banyak yang harus kupelajari. Masih banyak pula yang harus diamalkan. Sungguh waktuku telah terbuang selama ini. Semoga di sisa kehidupan kita ini, Allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki Islam kita. Semoga, bukan hanya sekedar Islam persepsi.
Kawan, selamat bergabung dalam kamp Ramadhan 1428 H.